Senin, 17 November 2014

Perpustakaan Cerdas Membawa Barokah!



I.     PENDAHULUAN
Era informasi merupakan zaman keemasan bagi siapa saja yang menguasai informasi.  Informasi menjadi suatu primadona dikalangan sekarang serta kebutuhan untuk semua kalangan. bukan hanya sekedar butuh tetapi tiap elemen baik itu pribadi, komunitas, masyarakat, swasta maupun pemerintah sangat berperan dan berlomba-lomba tidak hanya menjadi penerima informasi tetapi berusaha menjadi pemberi informasi, sehingga akan terbentuknya budaya sharing informasi pada setiap elemen masyarakat.
Mengingat kebutuhan masyarakat akan informasi semakin cepat, maka disini perlu adanya suatu lembaga yang tanggap terhadap pengelolaan, penyimpanan serta penyebaran informasi, lembaga tersebut sering kita kenal dengan nama perpustakaan. Dalam menjalankan tugas serta fungsinya perpustakaan dituntut cepat untuk memberikan layanan informasi kepada para pemustakaan.
Selama ini masyarakat belum seluruhnya terpenuhi hak mereka dalam mendapatkan informasi dan ilmu pengetahuan entah karena akses ilmu pengetahuan yang sulit dan bahkan tidak mampu dijangkau oleh mereka, atau memang karena ada alasan tertentu sehingga hal ini menyebabkan kualitas keilmuan masyarakat tidak baik dan bahkan tertinggal jika dibandingkan dengan mereka yang dapat dengan mudah mengakses informasi dengan fasilitas yang telah tersedia bagi mereka seperti internet, perpustakaan, taman baca, toko buku dan sumber informasi lainnya. Hal ini berpengaruh untuk terjadinya kesenjangan social, ‘si pintar dan si bodoh’, ‘si kaya dan si miskin’ dan lain sebagainya, kiranya akal dapat menerima bahwa orang menjadi pintar karena asupan informasi yang mudah dan cepat, bahwa orang menjadi bodoh karena tidak mendapat asupan informasi.
Untuk membangun masyarakat yang cerdas perlu adanya peran signifikan dari individu, kelompok, lingkungan, dan pemerintah. Elemen-elemen tersebut harus diwadahi dalam suatu organisasi yang mengusung misi mencerdaskan diri mereka sebagai anak bangsa, organisasi tersebut adalah perpustakaan.
Dalam proposal ini kami sebagai penulis akan mengerucutkan pembahasan menuju bagaimana peran keberadaan perpustakaan desa untuk masyarakat desa. Terlepas dari masalah bahwa pada kenyataannya perpustakaan desa belum merata keberadaannya di desa-desa seluruh Indonesia. Eksistensi perpustakaan desa diharapkan dapat mencerminkan kemajuan dan merefleksikan kemajuan budaya masyarakat. Hal itu ditengarai oleh pemanfaatan perpustakaan secara berdaya guna. Perpustakaan desa mengemban sebuah misi untuk menanamkan pemahaman dan pengertian yang utuh dan lengkap tentang pentingnya penguasaan informasi, ilmu pengetahuan dan teknologi.
Disini kami sebagai ‘agent of change’ dalam elemen masyarakat, hadir dalam memberikan solusi ini dalam permasalahan ini. Seperti dalam hadist disebutkan ”Rasulullah SAW bersabda, ‘Orang yang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni). Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka merubah apa yang ada di dalam diri mereka sendiri (QS.13: 11). Merujuk ke ayat Al-Qur’an tersebut, faktor utama dan pertama adalah apa yang terdapat dalam diri manusia, yaitu nilai-nilai yang menjadi pandangan hidup, kehendak, dan tekadnya. Disini kami yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Universitas Sriwijaya mempunyai mimpi besar yaitu memiliki Perpustakaan desa di desa binaan kami yaitu terletak di Desa Sakatiga, Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel. Desa binaan kami masih terbilang baru terbentuk yaitu tanggal 13 Oktober 2014 lalu. Masyarakat di desa binaan kami ini masih terbilang belum melek teknologi bahkan ilmu pengetahuan yang benar-benar ‘wah’ untuk di era sekarang. Untuk sekarang proses pembentukaan perpustakaan desa masih belum berjalan dengan sebagaimana mestinya karena terkendala biaya. Maka dari itu kami mengajukan proposal kegiatan social ini untuk diikutkan pada event kompasiana dan lazismu ini. Harapannya proposal ini bisa membantu masyakat di desa binaan kami nantinya.

II.  TUJUAN
A.    Tujuan Umum
Terwujudnya tempat penyediaan dan pelayanan bahan bacaan yang mudah dijangkau oleh masyarakat Desa Sakatiga yang pada akhirnya akan membantu meningkatkan SDM masyarakat tersebut.
B.     Tujuan Khusus
1.      Memberikan pembiayaan dalam kegiatan social yaitu membentuk perpustakaan desa
2.      Membangun perpustakaan desa di desa binaan BEM KM IK Universitas Sriwijaya
3.      Membantu masyarakat dalam mendapatkan ilmu pengetahuan terutama untuk anak-anak di desa binaan BEM KM IK Universitas Sriwijaya
4.      Sebagai sarana penunjang untuk belajar bagi anak-anak di desa binaan BEM KM IK Universitas Sriwijaya.

III.IURAN KEGIATAN
   Kegiatan ini memiliki tujuan utama yaitu untuk membangun perpustaakan desa di desa binaan BEM KM IK Unsri. Kegiatan ini tidak hanya melakukan pembiayaan tetapi juga pengawasan terhadap usaha-usaha yang dibiayai dan ketika usaha pembangunan perpustakaan ini sukses maka kami tetap mengingatkan untuk tetap menggunakan perpustakaan sebagai sarana dalam belajar untuk siapa pun. Hasil dari usaha yang telah dibiayai maka kami menerapkan system bagi hasil dimana hasilnya akan disumbangkan untuk pembangunan perpustakaan desa dan pembiayaan untuk membeli buku serta peralatan yang dibutuhkan lainnya dan memberikan sebagian biaya untuk anak yatim piatu. Kegiatan ini juga dapat dijadikan wadah untuk menyebarkan agama Allah SWT dan meningkatkan silaturahim karena akan diadakan pertemuan rutin setiap sebulan sekali untuk menggelar pengajian di perpustakaan desa.

IV.SASARAN
Sasaran kegiatan social ini yaitu :
1.    Masyarakat di Desa Sakatiga, Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel.
2.    Anak yatim piatu di Desa Binaan yaitu Desa Sakatiga, Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel.

V. PENANGGUNGJAWAB KEGIATAN
1.      Penanggung jawab      : Tri Hartati
2.      Ketua Pelaksana          : Mitra Yuni Ratnasari
3.      Sekretaris                    : Akhid Lutfia Winanrni
4.      Bendahara                   : Arum Kesuma Nirmala
5.      Seksi-seksi,
a.       Sie. Acara
Koordinator          : Siti Ummu Hani
b.      Sie. Humas
Koordinator          : Sri Rahmatiyah
c.       Sie. Konsumsi
Koordinator          : Putri Sahara
d.      Sie. Dokumentasi
Koordinator          : Praseta Oktaviana
e.       Sie. Logistik/Perlengkapan
Koordinator          : Ririn Agustina

VI. ANGGARAN PEMBIAYAAN PERPUSTAKAAN
No.
Uraian
Qty
Vol
Satuan
Total
1
Pengadaan lemari arsip dan inventaris / lemari catalog
Buah
1
1.250.000
1.250.000
2
Pengadaan lemari rak buku bertutup kaca
Buah
2
2000.000
4.000.000
3
Pengadaan meja baca duduk
Buah
10
150.000
1.500.000
4
Stempel perpustakaan
Set
1
10.000
100.000
5
Pengadaan buku administrasi perpustakaan
- Katalog buku dll (yang dibutuhkan)
Set
1
200.000
200.000
6
Perlengkapan ATK
Set
1
300.000
300.000
7
Pengadaana komputer lengkap
Unit
1
4.000.000
4.000.000
8
Witeboard
Bulan
1
250.000
250.000
9
Pengadaan koleksi berlangganan
Bulan
1
200.000
200.000
10
Pengadaan buku baru
Buah
150
50.000
7.500.000
11
Perawatan / pemeliharaan
Tahun
1
400.000
400.000
12
Papan nama perpustakaan
Buah
1
200.000
200.000
13
Skat buku
Buah
20
5000
100.000

Jumlah Total



20.000.000

VII. PENUTUP
Demikian proposal pendirian perpustakaan Raudhotul Jannah ini dibuat dan diajukan sebagai bahan pertimbanagn sekaligus acuan dalam pelaksanaanya. Semoga Allah SWT berkenan meridhoi dan memudahkan terwujudnya program ini, dan melimpahkan pahala yang berlipat ganda kepada semua pihak yang membantu bagi terwujudnya program ini. Kami sangat berharap sekaligus yakin bahwa perpustakaan ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat, agama dan bangsa. Aamiiin.

aksibarenglazismu

Rabu, 17 September 2014

The Miracle of Giving




Saat semua orang terlelap dalam tidurnya, aku pun terbangun dari tidurku dan kulihat jam wekerku ternyata masih jam 03.00 wib. Segeraku berwudhu untuk melakukan sholat tahajud lalu bermunajat kepada sang Khalik. Mengadukan semua kejadian dalam hidup ini kepada Allah semesta alam. Tak terasa subuh pun menjelang dan tanpa sadar ternyata aku tertidur di atas sajadah. Ketika adzan subuh menjelang segera berwudhu lagi untuk sholat, setelahnya seperti biasa tilawah serta tak lupa untuk membangunkan teman sebelah kost untuk sholat subuh.
Perkenalkan, Namaku adalah Tri Hartati. Aku merupakan anak ke tiga dari tiga bersaudara. Aku hidup dari keluarga yang sederhana. Saat ini aku duduk disemester empat dan kuliah di salah satu Universitas Negeri yang ada di Sumatera Selatan atau lebih dikenal Universitas Sriwijaya. Aku merupakan seorang Mahasiswi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. Jarak kampus dengan rumah sangat jauh sehingga mengharuskan aku untuk ngekost. Menjadi seorang anak kost itu untuk melatih diri untuk hidup mandiri, irit dan sebagainya. Alhmadulillahnya diriku kuliah dibiayai oleh pemerintah sehingga tidak membebankan kepada orangtuaku.
Setiap pagi sudah bersiap untuk ke kampus, Kebetulan hari ini merupakan hari jum’at sehingga harus lebih pagi berangkat kampus. Hari ini ada praktikum mikrobiologi di kampus Madang tepatnya dibelakang RS Umum Muhammad Hoesin Palembang sedangkan kostanku berada di Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir. Kampus Unsri itu tidak hanya ada di Indralaya, namun  juga ada di Madang, ada di Bukit juga. Namun, kampus utama Unsri itu adalah di Indralaya. Pukul 06.00 wib sudah siap berangkat ke Madang. Kami sekelas berangkat bersama dengan menyewa  bus angkutan mahasiswa. Setelah menempuh perjalanan ± 1 jam akhirnya kami sampai juga di kampus Madang. Tak menunggu lama para dosen serta asisten dosen sudah memasuki ruang praktikum dan praktikum pun dimulai. Setelah praktikum, kami pun mulai kuliah teori. Menjelang jam 11.30 wib kuliah mikrobiologi pun berakhir dan nanti jam 13.00 wib akan dilanjutkan dengan kuliah teori anatomi. Seharian full berada di kampus Madang. Ketika pukul 15.30 wib kuliah hari ini pun berakhir. Semua teman-temanku yang ngekost di Indralaya pun pulang dengan bus yang kami sewa tadi. Namun, hari ini ku putuskan untuk tidak pulang ke kostan karena mau ada agenda sabtunya di kampus Madang.
Sore ini matahari pun masih sangat terik, segera langkah kaki ini kupercepat agar segera sampai dikostan saudaraku. Tanpa terasa akhirnya sampai juga di kostan saudaraku. Kami pun bersalaman dan berpelukan, sudah dua minggu tidak berjumpa dengan saudaraku. Rasa rindu pun terobati, karena sibuknya aktivitas kampus, organisasai dan kegiatan lainnya sehingga jarang berjumpa dengan saudaraku namun komunikasi dari dunia maya selalu kami lakukan.
***
Sabtu sore pun aku pulang ke kostan. Ketika selesai acara seminar di madang segera aku mencari bus untuk pulang ke Indralaya. Di tengah perjalananku, aku melihat sekumpulan remaja sedang meminta sumbangan untuk membantu korban kebakaran di daerah Musi II. Aku pun langsung melihat keadaan dompet dan di dompet hanya ada uang Rp.100.000,- segera ku ambil uang tersebut dan kuberikan kepada remaja-remaja tersebut. Niatku untuk bersedekah dan membantu sesama. Padahal uang Rp.100.000,- untuk jatah makanku selama 3 hari ke depan sebelum uang beasiswaku cair. Dan aku pun baru tersadar, bagaimana aku bisa pulang ke kostan tanpa uang? Segera ku merogoh tasku untuk mencari uang, mungkin saja ada uang terselip dalam tas. Alhamdullillah ada uang Rp.10.000,- segera aku mencari bus untuk pulang. Ongkos dari Palembang-Indralaya Rp.8000,- artinya menyisakan uang Rp.2000. Di dalam bus ada ibu-ibu tua meminta-minta uang. Segera ku raih uangku yang bersisa Rp.2000 tersebut dan kuberikan padanya. Diri ini tidak bisa melihat kalau saudara sesama muslim meminta bantuan. Selagi bisa membantu ya aku bantu.
Setelah sampai dikostan aku pun tersadar bagaimana aku bisa bertahan selama 3 hari kedepan ini? Alhamdullillah di kostan ada sebungkus roti. Perutku sudah sangat lapar segera ku ambil roti tersebut dan memakannya. Melihat kalender, rupanya besok tanggal 13,14,15 dzulhijjah. Dan kuputuskan untuk puasa ayyamul bi’dh. Aku percaya bahwa ketika kita membantu saudara yang kesulitan insya Allah akan ada gantinya walaupun tidak sekarang. Sahur dengan makan roti dan membuat secangkir susu. Waktu berbuka puasa, diriku diantarin teman sebelah kost makanan. Selama 3 hari berturut-turut rezeki Allah kepadaku mengalir. Alhamdulillah rezeki Allah sungguh luar biasa bagi yang bersedekah, semakin banyak bersedekah semakin banyak rezeki yang diberikan Allah kepada hambanya.

Indralaya, 17 September 2014
Tri Hartati Nck